Kyai Kerto Winjani dikenal sebagai orang pertama yang membuka permukiman baru di Setan. Ketika Kyai Kerto Winjani meninggal dimakamkan di permakaman Desa Setan. Untuk menghormati jasa beliau maka tempat permakaman tersebut diberi nama Makam Kerto Winjani. Di situ terdapat pula makam salah satu pejuang bernama Kyai Slamet Winardiharjo bin Muhammad Muhsin. Makamnya ditandai dengan patok bendera Merah Putih.
Lokasi makam terletak di sisi barat Kali Setan. Posisi tanah permakaman tersebut lebih tinggi dari jalan raya. Sementara jalan raya yang merupakan jalan kabupaten menukik ke bawah menuju jembatan. Makam Kerto Winjani sendiri telah rusak dan sedang akan diperbaiki oleh aparat pemerintahan setempat. Sebelah barat makam kira-kira 700 meter dari makam terdapat Masjid besar yang megah. Masjid tersebut bernama Masjid Baiturrahmat sebagai penuntun memasuki Padukuhan Setan. Karena gapura Padukuhan Setan terpaksa dibongkar untuk pelebaran jalan dan pemasangan lampu lalu lintas perempatan. Hingga kini Gapura Padukuhan Setan masih belum sempat dibangun kembali
